Bimbingan Teknis
Pengajar Utama Revitalisasi Bahasa Daerah Tingkat SD
yang diselenggarakan pada hari Selasa - Minggu, 5 - 10 Maret 2024 bertempat di
Balai Bahasa Provinsi Jawa Tengah, Jalan Diponegoro Nomor 250, Ungaran,
Kabupaten Semarang. Dalam kegiatan tersebut perwakilan dari Kabupaten Pemalang
antara lain: Ari Gunawan, S.Pd (Pengawas KWK Ampelgading), Widodo, S.Pd.SD
(Guru SDN 01 Moga), Eko Budiarto, S.Pd.SD (Kepala Sekolah SDN 03 Kendalsari),
dan Ery Maritim, S.Pd.SD (Guru SDN 02 Tanjungsari).
Hasil
Kegiatan yang berjalan selama 6 hari tersebut dipaparkan secara rinci sebagai
berikut: 1) Tujuan diadakannya bimbingan teknis pengajar utama revitalisasi
bahasa daerah tingkat SD di Balai Bahasa Provinsi Jawa Tengah setiap tahun
adalah untuk: a) Meningkatkan Kompetensi Guru: Membekali guru dengan
pengetahuan dan keterampilan yang diperlukan untuk mengajarkan bahasa daerah
secara efektif di sekolah dasar. Ini termasuk metode pengajaran, materi ajar,
dan teknik evaluasi yang sesuai. b) Pelestarian Bahasa Daerah: Mendukung
upaya pelestarian bahasa daerah yang terancam punah atau semakin jarang
digunakan oleh generasi muda. Dengan mengajarkan bahasa daerah di sekolah,
diharapkan generasi muda akan lebih mengenal dan mencintai bahasa serta budaya
daerah mereka. c) Pengembangan Kurikulum: Menyediakan panduan dan bahan
ajar yang sesuai untuk pengajaran bahasa daerah. Ini mencakup pengembangan
materi pembelajaran yang menarik dan relevan untuk siswa sekolah dasar. d) Peningkatan
Kesadaran Budaya: Meningkatkan kesadaran dan apresiasi terhadap keragaman
budaya lokal di kalangan siswa. Dengan memahami bahasa daerah, siswa juga akan
lebih memahami nilai-nilai dan tradisi budaya setempat. e) Pembinaan dan
Dukungan Berkelanjutan: Menyediakan pembinaan dan dukungan berkelanjutan
bagi guru-guru bahasa daerah, sehingga mereka dapat terus mengembangkan diri
dan menerapkan pembelajaran bahasa daerah dengan lebih baik di sekolah
masing-masing. f) Menyusun Strategi Revitalisasi: Membantu dalam
menyusun strategi revitalisasi bahasa daerah yang efektif, dengan melibatkan
berbagai pemangku kepentingan termasuk pemerintah daerah, komunitas lokal, dan
lembaga pendidikan. Dengan tujuan-tujuan tersebut, bimbingan teknis ini
berperan penting dalam menjaga keberlanjutan dan keberagaman bahasa serta
budaya daerah di Indonesia, khususnya di Provinsi Jawa Tengah. 2) Kegiatan Festival Tunas Bahasa Ibu (FTBI)
tingkat SD bertujuan Melestarikan bahasa dan budaya daerah, Meningkatkan
kemampuan berbahasa, Menumbuhkan kreativitas dan bakat siswa, Meningkatkan
partisipasi dan kompetisi positif, Mengembangkan karakter dan jati diri, dan Mempromosikan Bahasa Daerah di Kalangan
Generasi Muda. Terdapat 7 mata
lomba yang ditawarkan dan menjadi bahan materi dalam FTBI tahun ini, yakni pidato, nulis aksara jawa, nulis cerkak, dongeng,
gurit, macapat, dhagel ijen (lawak). Melalui kegiatan FTBI, diharapkan
bahwa bahasa dan budaya daerah di Jawa Tengah akan terus terjaga dan
berkembang, serta diwariskan kepada generasi muda dengan cara yang menyenangkan
dan bermakna. Terima kasih. (doc.ery)

Tidak ada komentar:
Posting Komentar